Tuesday, December 17, 2013

TERAPI MUSIK PADA DIMENSIA ALZHEIMER

Terapi Musik Pada Dimensia Alzheimer
TERAPI MUSIK PADA DIMENSIA ALZHEIMER

A.      DEFINISI
Menurut Pusat Riset Terapi Musik dan Gelombang Otak (2011), Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental.
Terapi musik adalah penggunaan musik untuk meningkatkan emosi seseorang, fisik, kesehatan psikologis dan spiritual. Musik adalah sinonim dari kemerdekaan, keseimbangan, integrasi, variasi dan adaptasi. Menjaga fitur unik dari musik dalam pikiran, digunakan oleh terapis untuk membantu masyarakat dalam mencapai fitur tersebut dalam kehidupan mereka, sehingga harmoni dan keseimbangan dapat dicapai dalam emosional mereka, fisik, mental dan spiritual diri.
Alzheimer adalah penyakit yang biasanya menjangkiti para lansia dan ditandai dengan kesulitan berbicara, berjalan, dan demensia. Dengan kemunduran segala fungsi tubuh dan berkurangnya interaksi sosial, para penderita Alzheimer dapat mengalami penurunan kualitas hidup. Musik terbukti memperbaiki fisiologi tubuh mereka yang ditandai cukupnya partisipasi, senyuman, kontak mata, dan umpan balik verbal untuk menyatakan perasaan.
Orang dengan demensia menderita aphasia dan amnesia. komunikasi verbal menjadi sangat sulit dan membingungkan. Ketika seseorang kehilangan memori, dia tidak tahu identitas sendiri dan realitas di sekelilingnya menjadi aneh. Bernyanyi bersama adalah cara berkomunikasi. Bernyanyi merupakan sumber stimulasi dan interaksi dan mengurangi agitasi dan mendapatkan orang yang terlibat dalam suatu kegiatan dan keterlibatan dengan manusia lain. Terapi musik ini sendiri, dapat membuat orang menghilangkan stres, rasa cemas, mengurangi rasa sakit, atau memperbaiki suasana hati serta dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang yang sedang menderita suatu penyakit.

B.       JENIS TERAPI MUSIK
Dalam dunia penyembuhan dengan musik, dikenal 2 macam terapi musik, yaitu:
1.         Terapi Musik Aktif.
Dalam terapi musik aktif pasien diajak bernyanyi, belajar main menggunakan alat musik, menirukan nada-nada, bahkan membuat lagu singkat. Dengan kata lain pasien berinteraksi aktif dengan dunia musik. Untuk melakukan Terapi Musik katif tentu saja dibutuhkan bimbingan seorang pakar terapi musik yang kompeten.
2.         Terapi Musik Pasif.
Inilah terapi musik yang murah, mudah dan efektif. Pasien tinggal mendengarkan dan menghayati suatu alunan musik tertentu yang disesuaikan dengan masalahnya. Hal terpenting dalam Terapi Musik Pasif adalah pemilihan jenis musik harus tepat dengan kebutuhan pasien.

C.      MANFAAT MUSIK KLASIK PADA OTAK
Beberapa penelitian telah dilakukan dalam membuktikan manfaat musik klasik bagi kesehatan, terutama untuk kecerdaan otak. Memang dalam hidup ini kita tak kan pernah lepas dari yang namanya musik. dimanapun kita berada kita akan selalu bersentuhan dengan musik. namun pilihan kita terhadap musik juga dapat berpengaruh pada kesehatan kita.
Pada tahun 1998, Don Campbell, seorang musisi sekaligus pendidik, bersama Dr. Alfred Tomatis yang psikolog, mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Hasilnya dituangkan dalam buku mereka yang di Indonesia diterbitkan dengan judul Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik Untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas dan Mnyehatkan Tubuh.Banyak fakta menarik yang diungkap Campbell dan Tomatis. Diantaranya, adanya hubungan yang menarik antara musik dan kecerdasan manusia.
Kebingungan dapat dikurangi dengan menyederhanakan dekorasi rumah, menghapus kekacauan, menjaga benda asing di dekatnya, dan mengikuti rutinitas diprediksi sepanjang hari. Kalender dan jam juga dapat membantu pasien mengorientasikan diri mereka sendiri. kegiatan di waktu luang Normal selama mereka aman dan tidak menyebabkan frustrasi seperti kerajinan, permainan, musik dan olahraga, dan lain intelektual merangsang  kegiatan dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif pada beberapa orang. Beberapa studi juga telah menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam kegiatan merangsang intelektual, seperti interaksi sosial, catur, teka-teki silang, dan memainkan alat musik, secara signifikan lebih rendah resiko mereka terserang penyakit Alzheimer dan bentuk lain dari Dimensia (Indra, 2010).
Metode musik merupakan salah satu cara untuk membantu mengatasi stres. Secara keseluruhan musik dapat berpengaruh secara fisik maupun psikologis. Secara psikologis, musik dapat membuat seseorang menjadi lebih rileks, mengurangi stres, menimbulkan rasa aman dan sejahtera, melepaskan rasa gembira dan sedih, dan membantu serta melepaskan rasa sakit (Djohan, 2006).
Terapi musik yang dilakukan di College of Notre Dame, Belmont, California menggunakan stimulus suara (bunyi, musik) untuk mengetahui dampak suara terhadap kondisi stres dan rileks yang dialami seseorang, sekarang sudah mendunia (Satiadarma, 2002). Terapi musik merupakan teknik yang sangat mudah dilakukan dan terjangkau, tetapi efeknya menunjukkan betapa besar dan musik dalam mempengaruhi ketegangan atau kondisi rileks pada diri seseorang, karena dapat merangsang pengeluaran endorphine dan serotonin, yaitu sejenis morfin alami tubuh dan juga metanonin sehingga kita bisa merasa lebih relaks pada tubuh seseorang yang mengalami stres (Mucci, 2002).
Menurut Pusat Riset Terapi Musik dan Gelombang Otak (2011), Manfaat terapi musik yaitu:
1.         Relaksasi, Mengistirahatkan Tubuh dan Pikiran
Manfaat yang pasti dirasakan setelah melakukan terapi musik adalah perasaan rileks, tubuh lebih bertenaga dan pikiran lebih fresh. Terapi musik memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk mengalami relaksasi yang sempurna. Dalam kondisi relaksasi (istirahat) yang sempurna itu, seluruh sel dalam tubuh akan mengalami re-produksi, penyembuhan alami berlangsung, produksi hormon tubuh diseimbangkan dan pikiran mengalami penyegaran.
2.         Meningkatkan Kecerdasan
Sebuah efek terapi musik yang bisa meningkatkan intelegensia seseorang disebut Efek Mozart. Hal ini telah diteliti secara ilmiah oleh Frances Rauscher et al dari Universitas California. Penelitian lain juga membuktikan bahwa masa dalam kandungan dan bayi adalah waktu yang paling tepat untuk menstimulasi otak anak agar menjadi cerdas. Hal ini karena otak anak sedang dalam masa pembentukan, sehingga sangat baik apabila mendapatkan rangsangan yang positif. Ketika seorang ibu yang sedang hamil sering mendengarkan terapi musik, janin di dalam kandungannya juga ikut mendengarkan. Otak janin pun akan terstimulasi untuk belajar sejak dalam kandungan. Hal ini dimaksudkan agar kelak si bayi akan memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik.
3.         Meningkatkan Motivasi
Motivasi adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan perasaan dan mood tertentu. Apabila ada motivasi, semangat pun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi terbelenggu, maka semangat pun menjadi luruh, lemas, tak ada tenaga untuk beraktivitas. Dari hasil penelitian, ternyata jenis musik tertentu bisa meningkatkan motivasi, semangat dan meningkatkan level energi seseorang.
4.         Pengembangan Diri
Musik ternyata sangat berpengaruh terhadap pengembangan diri seseorang. Hati-hati, karena musik yang Anda dengarkan menentukan kualitas pribadi Anda. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa orang yang punya masalah perasaan, biasanya cenderung mendengarkan musik yang sesuai dengan perasaannya. Misalnya orang yang putus cinta, mendengarkan musik atau lagu bertema putus cinta atau sakit hati. Dan hasilnya adalah masalahnya menjadi semakin parah. Dengan mengubah jenis musik yang didengarkan menjadi musik yang memotivasi, dalam beberapa hari masalah perasaan bisa hilang dengan sendirinya atau berkurang sangat banyak. Dan jika Anda mau, Anda bisa mempunyai kepribadian yang Anda inginkan dengan cara mendengarkan jenis musik yang tepat.
5.         Meningkatkan Kemampuan Mengingat
Terapi musik bisa meningkatkan daya ingat dan mencegah kepikunan. Hal ini bisa terjadi karena bagian otak yang memproses musik terletak berdekatan dengan memori. Sehingga ketika seseorang melatih otak dengan terapi musik, maka secara otomatis memorinya juga ikut terlatih. Atas dasar inilah terapi musik banyak digunakan di sekolah-sekolah modern di Amerika dan Eropa untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Sedangkan di pusat rehabilitasi, terapi musik banyak digunakan untuk menangani masalah kepikunan dan kehilangan ingatan.
6.         Kesehatan Jiwa
Seorang ilmuwan Arab, Abu Nasr al-Farabi (873-950M) dalam bukunya ''Great Book About Music'', mengatakan bahwa musik membuat rasa tenang, sebagai pendidikan moral, mengendalikan emosi, pengembangan spiritual, menyembuhkan gangguan psikologis. Pernyataannya itu tentu saja berdasarkan pengalamannya dalam menggunakan musik sebagai terapi. Sekarang di zaman modern, terapi musik banyak digunakan oleh psikolog maupun psikiater untuk mengatasi berbagai macam gangguan kejiwaan, gangguan mental atau gangguan psikologis.
7.         Mengurangi Rasa Sakit
Musik bekerja pada sistem saraf otonom yaitu bagian sistem saraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung dan fungsi otak, yang mengontrol perasaan dan emosi. Menurut penelitian, kedua sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik. Ketika kita merasa sakit, kita menjadi takut, frustasi dan marah yang membuat kita menegangkan otot-otot tubuh, hasilnya rasa sakit menjadi semakin parah. Mendengarkan musik secara teratur membantu tubuh relaks secara fisik dan mental, sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah rasa sakit. Dalam proses persalinan, terapi musik berfungsi mengatasi kecemasan dan mengurangi rasa sakit. Sedangkan bagi para penderita nyeri kronis akibat suatu penyakit, terapi musik terbukti membantu mengatasi rasa sakit.
8.         Menyeimbangkan Tubuh
Menurut penelitian para ahli, stimulasi musik membantu menyeimbangkan organ keseimbangan yang terdapat di telinga dan otak. Jika organ keseimbangan sehat, maka kerja organ tubuh lainnya juga menjadi lebih seimbang dan lebih sehat.
9.         Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Dr John Diamond dan Dr David Nobel, telah melakukan riset mengenai efek dari musik terhadap tubuh manusia dimana mereka menyimpulkan bahwa: Apabila jenis musik yang kita dengar sesuai dan dapat diterima oleh tubuh manusia, maka tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan sejenis hormon (serotonin ) yang dapat menimbulkan rasa Nikmat dan senang sehingga tubuh akan menjadi lebih kuat (dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh) dan membuat kita menjadi lebih sehat.
10.     Meningkatkan Olahraga
Mendengarkan musik selama olahraga dapat memberikan olahraga yang lebih baik dalam beberapa cara, di antaranya meningkatkan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan Anda dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga.
Hasil riset menunjukkan bahwa terapi musik sangat efektif dalam meredakan kegelisahan dan stress, mendorong perasaan rileks, meredakan depresi dan mengatasi insomnia. Terapi musik membantu banyak orang yang memiliki masalah emosional, membuat perubahan positif, menciptakan suasana hati yang damai, membantu memecahkan masalah dan memperbaiki konflik internal.
Ternyata penyembuhan terapi musik tidak hanya terbatas pada kesehatan mental atau untuk masalah psikologis saja. Telah dilakukan studi terhadap pasien-pasien penderita luka bakar, penyakit jantung, hipertensi, stroke, nyeri kronis, alergi, maag, kanker dan penyakit lainnya, terapi musik juga bisa digunakan untuk membantu proses penyembuhan.
Terapi musik dapat mengurangi kebutuhan pengobatan selama kelahiran dan melengkapi fungsi mati rasa dalam operasi dan perawatan gigi, terutama jika yang dirawat anak-anak serta pasien yang menjalani prosedur pembedahan. Musik juga berguna untuk mengatasi trauma pada bayi yang lahir premature. Disamping situasi akut ini, terapi musik juga membantu menghilangkan rasa sakit.
Terapi musik dapat juga memperbaiki kualitas bagi pasien yang mengalami sakit berkepanjangan dan menambah kesehatan orang-orang jompo, termasuk untuk penderita alzheimer. Musik juga telah digunakan untuk melengkapi perawatan. Selain itu, terapi musik juga berguna untuk mendukung keharmonisan keluarga dan memotivasi kinerja karyawan.
Beberapa manfaat penting bagi orangtua dengan adanya terapi musik untuk orangtua, yakni :
§   Musik efekfif untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan musik mereka dan untuk memenuhi kebutuhan rohani. Sehingga meningkatkan perasaan yang nyaman. 
§   Usia tua sering terkait dengan stres, dampaknya seperti hipertensi. Terapi ini membantu untuk mengurangi stres, bisa bersantai dan membangun keterampilan sosial.
§   Terapi musik manjur untuk pengurangi komplikasi jantung dan tekanan psikologis.
§   Kepikunan sering merupakan masalah besar orang tua yang membawa mereka kurang fokus. Oleh karena itu terapi musik dapat membantu dalam meningkatkan fokus dan keselarasan perasaan dan impuls. Selain itu juga membantu dalam meningkatkan konsentrasi mereka. 
§   Terapi musik dapat membantu mengaktifkan sel-sel otak secara efektif. Hal ini juga membantu dalam meremajakan sel-sel memori, efektif memerangi kondisi seperti demensia. 
§   Terapi musik mampu memperbaiki fungsi kekebalan tubuh
§   Semakin tua, maka seseorang cenderung mengalami berbagai macam rasa sakit. Terapi musik membantu dalam mengurangi rasa sakit dan mempercepat siklus pemulihan pada individu tertentu.
Orang tua/ Lansia dapat berpartisipasi dalam terapi melalui cara berikut:
§   Mereka dapat meminta untuk sebuah lagu favorit
§   Mendengarkan musik
§   Berpartisipasi dalam menyanyi
§   Memainkan alat
§   Tari musik
§   Menulis lagu
§   Lakukan dalam sebuah band
§   Diskusikan perasaan dengan ahli terapi

D.      FISIOLOGI TERAPI MUSIK
Pemahaman tentang aspek biologis suara berawal dengan pengertian bahwa perubahan getaran udara sebenarnya adalah musik. Jauh sebelum pembentukan ontogenetik dan filogenetik suara musik, fenomena akustik yang ditemukan sudah merupakan nilai-nilai terapi musik. Fenomena akustik ini membuat orang dapat menghargai dan menemukan kembali suara eksternal serta menerjemahkan suara tersebut ke dalam bahasa musik.

Akustik, suara, vibrasi, dan fenomena motorik sudah ditemukan sejak ovum dibuahi oleh sperma untuk membentuk manusia baru. Pada saat itu terdapat berbagai proses yang melingkupi telur dalam kandungan, berproduksi dengan gerakan dinamis, mempunyai vibrasi, dan memiliki suara tersendiri. Misalnya, bunyi yang dihasilkan oleh dinding rahim, denyut jantung, aliran darah, bisikan suara ibu, suara dan desah napas, mekanisme gerakan dan gesekan tubuh bagian dalam, gerakan otot, proses kimiawi dan enzim, serta banyak lainnya. Semua ini dapat dikelompokkan sebagai sebuah kesempurnaan suara.
Terapi Musik Pada Dimensia Alzheimer

Gambar 1. Ilustrasi: Musik yang diterima oleh telinga disalurkan ke otak sebagai data digital sehingga otak merespon sesuai dengan "isi data digital" tersebut.

Terapi Musik Pada Dimensia Alzheimer
Gambar 2. Ilustrasi: Bahwa otak adalah pengendali dan mempengaruhi kinerja seluruh organ di tubuh Anda. Artinya, ketika otak distimulasi, organ-organ di tubuh Anda juga ikut terpengaruh.
Beberapa pendekatan dalam terapi musik meyakini bahwa tubuh kita adalah sumber suara dan bahwa organ-organ tubuh sekaligus dapat dianalogikan sebagai seperangkat alat musik. Tubuh manusia sebenarnya sarat dengan bunyi. Proses biologis yang dilakukan oleh organ-organ tubuh misalnya lambung atau jantung menghasilkan berbagai macam suara. Dokter dapat mendengarkan suara-suara tersebut dengan menggunakan stetoskop. Tanpa alat bantu kita tidak dapat mendengar suara-suara tadi, karena suara-suara yang terlalu tidak beraturan diredam oleh tulang-tulang rawan di telinga bagian dalam.
Di sisi lain, jika setiap organ tubuh berfungsi dengan baik sebagaimana seperangkat alat musik menghasilkan bunyi yang indah, maka seharusnya yang dihasilkan adalah musik yang indah. Artinya tubuh kita sehat. Karena itu terapi musik dimaksudkan untuk menyelaraskan kembali kinerja organ tubuh yang sedang terganggu, agar dapat berfungsi normal kembali.
Sejak lebih dari seabad lalu, penelitian yang dilakukan sejumlah dokter, khususnya para pakar di bidang Fisiologi menunjukkan keterkaitan antara aspek-aspek Biologi dan musik. Bersama Hector Berlioz (seorang komponis Perancis), M. Getry melakukan observasi mengenai kinerja musik pada nadi dan sirkulasi darah. Dilaporkan bahwa dengan memainkan alat perkusi genderang, akan melipatgandakan cardiac output.
Dua orang pakar Fisiologi dari Perancis, La Salpeètière dan Féré mengukur pengaruh musik terhadap kapasitas kerja fisik manusia. Penemuan pertama menunjukkan bahwa irama merupakan stimuli terkuat terhadap kinerja fisik, sementara dari penemuan kedua ditemukan bahwa efek stimuli musik dipengaruhi oleh kebebasan irama dan intensitas nada-nada musikal yang dimainkan. Nada-nada tinggi terbukti menghasilkan efek yang lebih besar daripada nada-nada rendah.
Di pusat rehabilitasi di Amerika, para pasien stroke disuruh berbaris sambil mendengarkan musik berirama march lewat walkman. Ternyata, jenis musik ini mampu menstimulasi otak. Tujuan perawatan ini agar si pasien terbiasa dengan irama dan kebutuhan telinga dalam bisa terpenuhi. Dengan ini, lama kelamaan mereka dapat bergerak normal lagi walau tanpa musik. Hasil penyelidikan menunjukkan, kemampuan koordinasi motorik otak yang terlatih tadi lama kelamaan akan menunjukkan perbaikan.
Concetta Tomaino, direktur program terapi musik pada rumah sakit Beth Abraham di New York, bercerita tentang seorang pasien penderita Parkinson hebat, yang masih bisa duduk berjam-jam di depan piano untuk memainkan lagu-lagu dari komponis favoritnya (Chopin). Seolah-olah pasien ini lupa akan penyakitnya. Rupanya, saat dia bermain dan terbuai oleh lagunya itu, tubuhnya bereaksi.
Berdasarkan pengamatan di kliniknya, Concetta Tomaino melihat musik mampu “menggali” ingatan pasien-pasiennya. Ia juga pernah mencoba pada pasien Alzheimer yang kemampuan berpikirnya hampir hilang sama sekali. Ketika ia memainkan musik yang dikenal oleh pasien sewaktu masih muda, tiba-tiba pasien tersebut jadi ingat akan tempat dan orang-orang yang pernah dikenalnya.
Contoh lain yang cukup mengejutkan adalah penelitian terhadap DNA. Melalui suara yang diberikan, sangat mungkin untuk menghambat proses ulang-alik biosintesis protein, purin, dan pirimidin dalam kehidupan sel, yang mengakibatkan perubahan DNA. Meningkatnya polusi suara dalam kehidupan modern ini ditengarai berpengaruh juga terhadap perubahan DNA sehingga penelitian terhadap perubahan DNA memperoleh perhatian yang serius.
Beberapa hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa efek biologis dari suara dan musik dapat mengakibatkan:
§  Energi otot akan meningkat atau menurun terkait dengan stimuli irama.
§  Tarikan napas dapat menjadi cepat atau berubah secara teratur.
§  Timbulnya berbagai efek pada denyut jantung, tekanan darah, dan fungsi endokrin.
§  Berkurangnya stimulus sensorik dalam berbagai tahapan.
§  Kelelahan berkurang atau tertunda, tetapi ketegangan otot meningkat.
§  Perubahan yang meningkatkan elektrisitas tubuh.
§  Perubahan pada metabolisme dan biosintesis pada beberapa proses enzim.

Selain itu, setiap musik yang didengarkan, meskipun tidak sengaja mendengarkannya, akan berpengaruh pada otak. Setidaknya ada tiga sistem saraf dalam otak yang akan terpengaruh oleh musik yang didengarkan, yaitu:
1.         Sistem Otak Yang Memproses Perasaan.
Musik adalah bahasa jiwa, ia mampu membawa perasan kearah mana saja. Musik yang Anda dengar akan merangsang sistem saraf yang akan menghasilkan suatu perasaan. Perangsangan sistem saraf ini mempunyai arti penting bagi pengobatan, karena sistem saraf ambil bagian dalam proses fisiologis. Dalam ilmu kedokteran jiwa, jika emosi tidak harmonis, maka akan mengganggu sistem lain dalam tubuh kita, misalnya sistem pernapasan, sistem endokrin, sistem immune, sistem kardiovaskuler, sistem metabolik, sistem motorik, sistem nyeri, sistem temperatur dan lain sebagainya. Semua sistem tersebut dapat bereaksi positif jika mendengar musik yang tepat.
2.         Sistem Otak Kognitif
Aktivasi sistem ini dapat terjadi walaupun seseorang tidak mendengarkan atau memperhatikan musik yang sedang diputar. Musik akan merangsang sistem ini secara otomatis, walaupun seseorang tidak menyimak atau memperhatikan musik yang sedang diputar. Jika sistem ini dirangsang maka seseorang akan meningkatkan memori, daya ingat, kemampuan belajar, kemampuan matematika, analisis, logika, inteligensi dan kemampuan memilah, disamping itu juga adanya perasaan bahagia dan timbulnya keseimbangan sosial.
3.         Sistem Otak Yang Mengontrol Kerja Otot
Musik secara langsung bisa mempengaruhi kerja otot kita. Detak jantung dan pernafasan bisa melambat atau cepat secara otomatis, tergantung alunan musik yang didengar. Bahkan orang yang bayi dan orang tidak sadar pun tetap terpengaruh oleh alunan musik. Bahkan ada suatu penelitian tentang efek terapi musik pada pasien dalam keadaan koma. Ternyata denyut jantung bisa diturunkan dan tekanan darah pun turun, kemudian begitu musik matikan, maka denyut jantung dan tekanan darah kembali naik. Fakta ini juga bermanfaat untuk penderita hipertensi karena musik bisa mengontrol tekanan darah.
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, dunia kedokteran serta psikologi membuktikan bahwa terapi musik berpengaruh dalam mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif. Musik juga mempengaruhi sistem imun, sistem saraf, sistem endokrin, sistem pernafasan, sistem metabolik, sistem kardiovaskuler dan beberapa sistem lainnya dalam tubuh. Dari berbagai penelitian ilmiah tersebut, dinyatakan bahwa musik dapat digunakan untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti insomnia, stress, depresi, rasa nyeri, hipertensi, obesitas, parkinson, epilepsi, kelumpuhan, aritmia, kanker, psikosomatis, mengurangi rasa nyeri saat melahirkan, dan rasa nyeri lainnya.

Namun perlu diingat, meskipun manfaat terapi musik sangat besar, terapi musik tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis. Terapi musik digunakan sebagai terapi pengobatan pelengkap yang bisa mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit.
Terapi Musik Pada Dimensia Alzheimer


E.       DAMPAK POSITIF TERAPI MUSIK
Efek-efek positif dari mendengarkan jenis-jenis musik tertentu. Diantaranya:
1.         Jazz.
Penelitian oleh Blaum pada tahun 2003 mendapatkan hasil bahwa setelah para siswa mendengarkan musik jazz, mod mereka menjadi lebih enak, sehingga membantu para siswa untuk belajar. Hasil penelitian ini kemudian diterapkan oleh Norman L. Barber dan Jameson L. barber dengan memberikan CD Jazz for Success pada mahasiswa tingkat pertama Universitas Massachusetts. Mereka memberikan CD tersebut dengan tujuan agar mahasiswa tingkat satu dapat mengatasi emosi negatif (marah, cemas, depresi, takut) karena sulit menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan (Lihat Kawanku, edisi 40: 2006)
2.         Rock.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Leigh Riby dan George Caldwell, Psikolog dari Glasgow Cladenian University membuktikan bahwa siswa yang mendengarkan musik rock hanya membutuhkan sedikit kerja otak untuk mengerjakan tugas dengan baik. Selain itu, musik rock dapat meningkatkan produtivitas ketika sedang bekerja (Lihat Kawanku, edisi 40: 2006). Beberapa contoh musik rock yang layak didengarkan (vatonie collection): Dream Theater, Rush, Hammerfall, Scorpion, SOAD, The Queen, dll).
3.         Klasik.
Manfaat-manfaat musik klasik sudah banyak diketahui terutama Efek Mozart. Terlepas dari banyaknya pro dan kontra tentang Efek Mozart ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik Mozart bermanfaat dalam bidang kesehatan. Samuel Halim dalam penelitiannya menemukan bahwa efek Mozart dapat membantu penyembuhan penyakit Alzheimer (Sakit yang biasa diderita oleh lanjut usia ditandai dengan susah berjalan, bicara, jarang bergaul). Penelitian lain yang dilakukan oleh Campbell menemukan bahwa musik klasik bisa membantu penyembuhan penyakit-penyakit, seperti stress, kanker, dyslexia, dan tekanan darah tinggi. Beberapa contoh musik klasik yang layak didengarkan (vatonie collection): The Ultimate Mozart Album, Maksim, The Most Relaxing Classical Album in The World Ever, dll.

F.       LANGKAH-LANGKAH TERAPI MUSIK
Pada jurnal “Music Therapy In Moderate and Severe Dementia Of Alzheimer’s Type: a Case–Control Study” dibahas beberapa langkah dalam melakukan terapi musik pada Dimensia alzheimer, yaitu tiap kelompok/ sesi terdiri dari Tiga atau empat orang. Lagu yang dipilih dalam kelompok adalah lagu yang familiar bagi lansia di Irlandia. Lagu dipilih dalam kelompok secara bersama-sama oleh peserta dan terapis dan kemudian disepakati bersama untuk dinyanyikan. Lagu yang dipilih kemudian dinyanyikan bersama sebanyak 2 kali/ lagu.  Peserta yang tidak mengerti lagu yang disepakati tersebut,  dapat melihat teks lagu kemudian ikut bernyanyi atau hanya mendengarkan saja. Di antara jeda lagu lagu peserta berbincang atau berdiskusi satu sama lain atau dengan terapis.
Lagu yang dibawakan dapat diiringi gitar (oleh terapis) atau berbagai jenis instrumen lain (oleh pasien) yang dipilih. Awalnya mungkin akan banyak banyak peserta yang enggan untuk menggunakan instrumen tapi kemudian mereka akan bergabung dengan yang lain dan tampak menikmati sesi.  instrumen tersebut juga digunakan untuk berimprovisasi dengan atau tanpa tema lagu. Peserta di bebaskan  bergerak dan menari selaras dengan musik yang dinyanyikan






DAFTAR PUSTAKA

Tjahyanto A dan Surilena. 2009.Penatalaksanaan Non-Farmakologis Demensia. Dimuat dalam Majalah kedokteran Damianus, vol.8 No.1. Januari 2009
Indra P. 2010. Ddimensia (Penurunan daya ingat) dalam www.itokindo.org
Ekaningrum SA. 2008. Studi Deskriptif Tentang Penanganan Dimensi Awal ( Studi Kasus Di Panti Jompo )
Eddyanto, S. 2008. Pengaruh Terapi Musik Terhadap Intensitas Depresi Tahanan Di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta. Jakarta: PPDS-I Psikiatri FK-UNS.
Eka, E. 2011. Memahami Terapi Gelombang Otak. Jepara: Pusat Riset Gelombang Otak.
Campbell, D. 2003. Efek Mozart, Memanfaatkan Kekuatan Musik untuk Mempertajam Pikiran, Meningkatkan Kreativitas dan Menyehatkan Tubuh (Edisi Terjemahan oleh Hermaja, T.), Cetakan Kedua, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Nugroho nur wijanarko. 2007. Efektifitas Terapi Musik Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Klien diruang ICU-ICCU Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Semarang: PSIK FK UNDIP.
Salempessy, W. 2001. Terapi dengan Musik. Jakarta. Pustaka Jaya.
AMTA. Music Therapy Makes a Difference. 2010. Diakses Available from: http://www.musictherapy.org/
Halim, S. 2007. Efek mozart dan terapi musik dalam dunia kesehatan
Kirkland, K.1998. Music Therapy in Alzheimer and Dementia care. Diakses Available from: http://homeattnet/”PreludeTherapy/musictx.Html       
H. B. Svansdottir and J. Snaedal. 2006. Music therapy in moderate and severe dementia of Alzheimer’s type: a case–control study. Department Geriatric, Rumah sakit universitas Landspitali, Reykjavik, Irlandia



Share this article :
Title: TERAPI MUSIK PADA DIMENSIA ALZHEIMER; Written by wiwing setiono; Rating: 5 dari 5
Comments
0 Comments
nt.fb admin wiwing setiono

No comments:

Post a Comment

Komentar, Kritik dan sarannya ya !!!!!!!!!!!!!